Category:Books
Genre: History
Author:armend28
Plot 1
Sudah lama manusia mengenal diri ku, sejak manusia mulai mengenal penguasa dan Maha Pencipta. Tidak seperti teman ku yang lain, yang mulai dikenal ketika konsep agama dengan kekuasaan tunggal mulai diperkenalkan. Sudah beribu-ribu bahkan bertahun-tahun aku dikenal oleh manusia. Ada yang secara langsung memuja aku, dan menyembahku. Ada yang secara tidak langsung melalui media-media seperti patung atau berhala.

Aku sudah ada ketika Yang Maha Kuasa mencipta makhluk untuk mengisi alam semesta. Untuk sesaat hari-hari ku diisi dengan kesenangan dan kegembiraan, bermain bersama makhluk lain yang ada ditempatku tinggal dulu, yang biasa manusia sebut FIRDAUS. Aku memiliki teman, yang sama-sama tinggal di tempat tersebut, Malaikat bila aku boleh menyebutnya. Kita bersahabat, hingga suatu waktu, Yang Maha Kuasa menciptakan Manusia pertama, yang dikemudian hari kita semua kenal dengan nama ADAM. Adam, diciptakan tidak sesempurna aku dan malaikat. Dia hanya terbuat dari tanah, sesuatu yang lemah menurutku, tapi tidak menurut Yang Maha Kuasa. Karena Adam memiliki otak untuk berfikir, kecerdasan serta perasaan.

Semenjak Adam diciptakan, ada sesuatu yang aneh didalam bagian tubuh ku… sesuatu yang belum pernah aku alami sebelumnya, sesuatu yang berlebih, sesuatu yang menurutku akan membawaku kearah yang membingungkan dan gelap.
Yah…gelap, aku tidak suka gelap, bahkan aku benci gelap. Perjalanan ku beberapa waktu yang lalu dengan malaikat menuju suatu tempat yang dinamakan Bumi, membuatku memperkeras ketidaksukaanku terhadap gelap. Oleh karena itu tempat kediamanku yang kuberi nama NERAKA penuh dengan cahaya yang dikeluarkan oleh api. Disetiap sudut, disetiap ruang, bahkan diruang untuk ku beristirahat pun cahaya yang dikeluarkan sangat banyak. Pernah suatu waktu, ketika malaikat datang berkunjung, dia sempat bertanya, kenapa aku menaruh begitu banyak api di dalam kediamanku, yang membuat ruang menjadi begitu panas dan terang sekali oleh cahaya yang dikeluarkan, aku hanya tersenyum waktu itu.

Malaikat memang sabahat ku yang sangat baik, ditempat ini malaikat tinggal disebuah tempat yang diberi nama SURGA, Tempatnya cerah, harum dan nyaman.. tapi tidak hangat seperti tempat tinggal ku.
Surga juga terang, tapi bukan dengan cahaya yang dikeluarkan dari api. Akan tetapi dari benda-benda bulat yang mengeluarkan cahaya. Inti matahari yang tidak terpakai kalau tidak salah. Yang dibuat sedemikian rupa oleh malaikat menjadi hiasan-hiasan yang indah, menghiasi tempat tinggalnya.

Waktu berjalan, hari-hari ku berganti seperti biasa, lebih banyak aku habiskan dengan bermain harpa di taman Firdaus. Hingga suatu ketika Yang Maha Kuasa memanggil kami para ciptaannya untuk datang menghadap. “Ada sesuatu yang penting” dalam hati aku berbisik. Seingatku terakhir kali kami datang menghadap, adalah ketika Yang Maha Kuasa menciptakan Adam, dan aku belum pernah melihat Adam lagi semenjak itu. “Mungkin ada makhluk baru lagi yang diciptakan” pikirku.

Sesampainya aku ditempat Nya, aku selalu merasa takjub, meski aku selalu datang ketempat ini pada waktu-waktu tertentu. Tempat sang pencipta sangat indah tak terlukiskan. Jauh lebih indah dari semua kata yang dapat aku ucapkan. Disana sudah berkumpul semua makhluk ciptaan Sang Pencipta, Dia Yang Maha Kuasa. Pandanganku mencari, dimana gerangan malaikat berada. Senang rasanya melihatnya kembali, mengingat dengan perjalanan-perjalanannya selama ini, jarang sekali aku bertemu dan berkunjung.

Ahh..itu dia, dia berada diposisi paling depan dalam barisan pertemuan ini.
Perlahan aku menuju tempatnya berada.
“Salam hai malaikat, semoga rahmat selalu menyertai mu..!”
“Sudah lama sekali kita tidak bertemu..” sapaku kepadanya dengan suaraku yang keras dan lantang…
Yaahhh…, suaraku memang lantang. Apakah aku lupa bercerita, bahwa aku adalah panglima pasukan luar, sehingga wibawa dan karisma yang aku miliki sangatlah tinggi.

Dengan senyumnya yang menawan malaikat menjawab, “Salam kembali untuk mu wahai Iblis, semoga rahmat dan keagungan dilimpahkan pada mu”

Aku senang mendengar jawaban dari malaikat tersebut, kata-katanya sangat menyejukan. Apakah aku belum memberitahu, bahwa malaikat merupakan penghubung Yang Maha Kuasa terhadap semua yang diciptakannya?. Tugasnya memantau serta memeriksa semua yang ada dan terjadi di jagad raya ini.

Setiap makhluk yang ada ditempat ini saling berbisik dan berusaha mencari tahu, apa kira-kira yang akan terjadi. Suara-suara itu menjadi dengungan dan seperti gesekan-gesekan, karena setiap makhluk saling menjawab, saling membalas dan saling bertanya satu sama lain. Aku hanya diam tanpa suara, memandang kearah altar-altar yang berada didepan, tepat dimana semua makhluk menghadap.
Tiba-tiba terdengar suara lengking yang keras yang kemudian diikuti dengan suara senandung yang lembut. Tanda bahwa Yang Maha Kuasa akan segera hadir.

Keharuman yang berhembus dan lapisan berjuta cahaya, mengiringi kedatangan Nya. Berada pada puncak keagungan, dan kuasa. Keinginannya adalah perintah, dan perintahnya adalah hukum yang mutlak bagi setiap makhluknya.
“WAHAI MAKHLUK CIPTAAN KU YANG TERKASIH DAN LAGI KUSAYANG, BEBERAPA WAKTU YANG LALU AKU MENCIPTAKAN ADAM, DAN SEPERTI YANG KALIAN SEMUA KETAHUI, ADAM KUCIPTAKAN SANGAT SEMPURNA, DARI SEMUA CIPTAAN-CIPTAAN KU SEBELUMNYA. ADAM SEMPURNA KARENA ADAM TIDAK SEMPURNA, ADAM SEMPURNA KARENA ADAM BERBEDA. DAN UNTUK ITU AKU PERINTAHKAN SEMUA MAKHLUK UNTUK SUJUD DIHADAPANNYA.”

Suara Yang Maha Kuasa yang lembut tapi sangat berwibawa terdengar begitu lantang, tetapi perintah Nya yang disampaikan diakhir kalimatnya membuatku merasa sedikit aneh. Aku memandang sekeliling semua makhluk, termasuk Malaikat yang sangat kuat pun sujud menghadap Adam. Aku masih dalam posisiku sebelumnya. Dan disinilah semuanya bermula.

Seperti yang ditulis di semua kitab-kitab dan buku-buku agama, aku diusir dari Firdaus dan aku diberi kebebasan untuk menggoda anak cucu Adam untuk menemaniku di Neraka …karena ketidakpatuhanku untuk sujud kepada Adam.

Ketidakpatuhan…sujud kepada makhluk yang lemah, tidak sempurna, cengeng dan manja. Sesuatu yang sangat tidak masuk akal, bila boleh aku mempergunakan kalimat manusia. Untuk apa manusia menemaniku, ditempat tinggal ku? Sementara aku tidak pernah menginginkan ada manusia untuk menemaniku. Dan karena manusia juga aku harus meninggalkan Neraka, tempat tinggal ku. Dan menemani mereka di bumi yang dingin dan gelap ini.

Bagian 1
Sudah berjuta-juta waktu, bila aku menghitung dari perputaran bumi ini terhadap tata surya nya. Manusia mempergunakan istilah “tahun” untuk pergantian masa tersebut. Namun untuk ku, semua itu seperti seperedaran bumi terhadap matahari. Semenjak Manusia pertama berada dibumi ini, aku pun berada dibumi ini. Menemani mereka, memperhatikan mereka dan menggoda mereka. Kalian mungkin akan bertanya, dimana kiranya aku tinggal dan berada dibumi ini. Sebuah pertanyaan yang selalu aku tanya pada diriku sendiri. Karena aku tidak memiliki tempat untuk tinggal di planet yang dingin ini. Tempat tinggal ku hanya pikiran ku, dan rumah ku hanya ingatan ku. Dan sesekali dalam satu masa aku diperbolehkan untuk datang kembali kerumah ku, ketika banyak dari manusia sedang menjalankan ibadah selama sebulan penuh. Rasa rinduku pada tepat tinggal ku dapat aku tumpahkan pada masa itu. Namun sebulan adalah waktu yang sangat singkat, dan aku banyak menghabiskan waktu dengan bermain-main dengan ingatanku.
Dari sekian banyak ingatan yang aku miliki, ada beberapa yang ingin aku ceritakan kepada mu. Tapi jangan khawatir, aku tidak perlu menceritakan hal-hal bahagia yang membosankan disini, tapi aku ingin menceritakan sebuah cerita lain yang menurutku sangat bodoh untuk seorang manusia melakukannya.

Lima belas tahun yang lalu seorang manusia hadir di bumi ini, orangtua nya memberikan panggilan kepadanya Riky. Ibu Riky seorang keturunan Tionghoa, dan Ayahnya keturunan Jawa. Untuk seorang remaja Riky diberikan sejumlah kelebihan yang tidak dimiliki oleh manusia seumurnya. Dengan fisik yang tinggi tegap, wajah yang menawan dan tutur katanya yang sopan membuat Riky disenangi dilingkungan sekolahnya. Bukan hanya gadis-gadis yang suka padanya, mereka yang berjenis kelamin sama dengan Riky yang memiliki kelainan hormon pun juga memujanya.

Dalam suatu lingkungan, Banyak fantasi yang membayangkan sosok seorang Riky. Dan aku dapat menyelam dalam setiap pikiran manusia-manusia tersebut, ketika penokohan terhadapnya menjadi sebuah subjek yang premier, dan penggambaran-penggambaran yang sangat detail untuk sebuah lamunan-lamunan yang berakar dari keinginan yang terpendam.
Aku hanya tertawa, keras-keras..manusia, memuja manusia lain yang sama lemah dan cengengnya, untuk mengisi sebagian dari pikiran-pikirannya. Hahaha, dan aku hanya memperbanyak pikiran-pikiran tersebut,sehingga semakin tidak berguna.
Dan kalau boleh aku sedikit bercerita tentang Riky, sampai sebelum kejadian itu terjadi, sehingga kalian mengerti bahwa manusia merupakan makhluk yang tidak berguna.

Seorang Manusia Tercipta
Dentang keras bunyi dari sebuah alat yang oleh manusia disebut radio, serta rentetan suara kendaraan yang dipergunakan oleh manusia mengisi suasana masa malam itu. Ketika terdengar suara tangis, tanda seorang manusia lagi hadir di bumi pada malam itu. Raut wajah sang ayah diliputi suasana gembira dan bahagia. Begitu juga dengan sang ibu, yang terbayang ditengah-tengah letihnya. Anak manusia tersebut diberi nama Riky, singkat saja.

Masa-masa Riky dilalui dengan waktu yang biasa dan seperti kebanyakan manusia lainnya. Hanya bedanya, Riky merupakan manusia yang diberikan banyak kelebihan dan kesempurnaan menurut ukuran manusia disekitarnya. Seperti seorang remaja berumur 15 tahun, hari-hari Riky banyak diisi dengan kegiatan yang mereka sebut sekolah, les, kegiatan ekstra diluar sekolah dan lainnya. Dan seperti manusia yang cukup taat dengan perintah agama yang dianut, yang diturunkan oleh orang tuanya, Riky juga selalu menjalankan ibadahnya. Sesekali manusia ini mengikuti bisik-bisik kecil ku. Akan tetapi untuk hal-hal lain yang bersifat “lebih jauh” hati nuraninya masih dapat menahan dan menolak ajakan-ajakan ku.

Riky adalah manusia.
Alarm pada handphone yang tergeletak disudut mejanya berbunyi dengan kencang, menandakan tolak ukur waktu yang tepat untuk memulai suatu hari. Dipembaringan yang nyaman sang pemilik masih terlelap dan terlanjur nyenyak dalam alam mimpinya. Perlahan terseret oleh suara yang cukup keras dan mengganggu, dan kemudian perlahan tersadar.
Dengan sedikit terhuyung berjalan keluar, menuju kamar mandinya.

Air dengan kesegaran, mengalir pada sela-sela wajahnya. Menutup pori-pori, mengalir, kemudian menjatuhkannya kelantai. Diraihnya handuk yang menggantung dibalik pintu, kemudian mengusapkannya kewajah. Lalu kemudian kembali menuju kamarnya.

Diraihnya handphone yang tergeletak dimeja. “Halo sayang, sudah bangun?”
“Sudah, aku memikirkan mu tadi. Hmm dan kamu telp… mungkin ini akan menjadi sebuah kebiasaan nantinya hahaha.” Suara seorang wanita dengan renyah menjawab.
“Hehehe…” dengan paru Riky berusah tertawa. “Oke, nanti siang aku ketempat mu, istirahat yang banyak yah.”
“Hmm ok… love you!”
“You too honey!” Riky kemudian menutup teleponnya.

Riky berjalan mengelilingi kamarnya, dan berhenti didepan cermin yang menghadap lemari bajunya. Pantulan bayangannya nampak dengan jelas begitu juga dengan seisi prabot yang ada didalam ruang kamarnya yang ditata dengan begitu apik. Riky masih seperti dulu, tetap tampan dan atletis, walau garis usia tidak dapat dihilangkan dari wajahnya yang kokoh. Awal tiga puluh tahun, dan seperti apa yang sering diungkapkan oleh teman-teman wanitanya dan rekan kerjanya di kantor “pesona yang tidak dapat dilupakan” -rambut hitam tebal, dengan dada bidang dengan tinggi 176cm, mata yang kecoklatan, alis yang tegas, dan struktur wajah yang kokoh namun lembut serta senyum yang menawan, membuat Riky banyak dikagumi oleh banyak wanita yang dikenalnya maupun yang melihatnya, hanya ketika Riky melintas dilorong bangunan perkantoran tempatnya bekerja.

Teman-temannya selalu menganggapnya, sebagai pribadi yang flexibel, akan tetapi jiwanya tertahan pada sebuah jaman. Dengan semua kelebihan yang dimiliki, Riky masih dapat tetap setia pada satu orang gadis. Sesuatu yang jarang dimiliki oleh banyak pria pada saat ini.

Riky melihat sesaat kearah cermin, kemudian melangkah keluar menuju halaman. Beberapa saat kemudian Nissan Xtrail yang dikemudikan Riky melaju menuju jalan utama dan berbaur dengan kepadatan jalan menuju pusat kota.

--------

Oke sampai disini, aku lagi yang mengambil alur cerita. Riky memang anak manusia yang bla bla bla…ya ya ya, tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan. Bukan sebuah cerita yang menyimpang menjadi sebuah cerita murahan. Ini tentang bagaimana seorang manusia yang sangat bodoh, dan melakukan sebuah kebodohan.

Ingatkah kau, ketika Riky… yah, aku maksud Riky yang sebelumnya kau ceritakan melakukan sebuah “kebaikan” dalam tanda kutip, dan kemudian apa yang dia dapat? Sebuah kemalangan… yah sebuah kemalangan. Waktu itu Riky berumur 15 tahun, seorang diri sedang menuju rumahnya. Disebuah sudut jalan seorang gadis yang mungkin seumurannya sedang rampok oleh beberapa anak muda. Iya…seperti yang kalian tebak, dengan gagah berani Riky mencoba menolong. Bermodalkan sabuk biru jiu jitsu, Riky menghadang beberapa anak muda tersebut. Tapi yang kalian tidak tahu, kejadian itu membuat Riky satu bulan lebih berada dirumah sakit akibat beberapa luka jaitan dan memar-memar dihampir bagian tubuhnya. Hahahaha…suatu yang menggelikan buatku pada saat itu.

Oke…mungkin buatmu itu menggelikan, tapi coba ingat…sang gadis yang ditolong oleh Riky semenjak kejadian itu, selalu datang menjenguknya dirumah sakit. Menunggunya sepulang sekolah, dan membacakan cerita, diminggu-minggu awal Riky tak sadarkan diri.
Ya…ya…aku juga melihatnya. Tapi bisakah kita kembali memperhatikan Riky? Dan bukankah itu yang kita sepakati dari awal, untuk memperhatikanya?
Baik, tapi bagaimana kalau kita melewatkan bagian-bagian yang menjemukan, dan langsung saja menuju kebagian-bagian yang lebih menarik?

--------

Saat itu senja, ketika Riky menginjakan kakinya dihalaman parkir rumah sakit United Charity. Langkahnya sedikit tergesah ketika memasuki halaman rumah sakit. Dilewatinya bagian informasi kemudian berbelok menuju area perawatan, Riky kemudian mengambil lift yang berada dilobby area perawatan menuju lantai tiga.

Perlahan pintu ruangan itu terbuka, dilihatnya seorang wanita sedang berbaring tenang dikasur yang berada di tengah ruang vip, ruang perawatan rumah sakit.
“Hai…kamu masih tidur say?” suara Riky membangunkan dengan sedikit parau.
“Hei…tidak, aku hanya sedikit letih.” Jawab sang wanita. Yah, wanita itu Lisa. Gadis yang dulu diselamatkan oleh Riky. Dan sekarang dia…

Tunggu dulu!, kau bilang ini bagian paling menarik? Tidak, ini justru bagian paling tidak menarik. Dan aku tidak sedang membaca sebuah cerita. Sedikit lebih maju lagi, dan aku mau bagian yang paling menyedihkan!.

Operasi itu berjalan sempurna, dua belas jam yang panjang. Dipimpin langsung oleh Dr. Howard Esse, kepala bagian bedah jantung, dokter terbaik dibidang bedah jantung yang ada dikota ini.

Kondisi Lisa berangsur membaik, dalam dua bulan dia akan jauh lebih baik. Luka jaitannya akan sembuh dengan sempurna. Hanya satu yang tidak akan pernah sembuh dari lukanya, bahwa dia tidak akan pernah melihat Riky lagi. Perjalanan panjang, yang menyakinkan dirinya untuk melakukan operasi ini membuat dirinya sedikit terguncang. Kebimbangan hatinya terlukis dalam suapan-suapan sup hangat yang masuk kedalam tubuhnya ketika suster memberinya makan. Kunjungan-kunjungan yang tiada henti dari teman-teman dan kerabatnya, tidak juga menenangkan hatinya.
Ingatanya hanya tertuju pada Riky. Dia tiada untuk membuatku ada, hal yang paling menyakitkan untuk diingat. Dan kadang, Lisa masih dapat mendengar dan merasakan ketika kesedihan menyelimuti hatinya. Yah, Riky mengorbankan sesuatu yang paling berharga bagi dirinya, karena ia mencintai dirinya.

Hahaha, ini yang aku suka. Cerita sedih yang penuh dengan kemalangan. Bolehkah kita melewati bagian ini dan lanjut kebagaian berikutnya?
Tidak bisa!…aku ingin semua bagian tergambarkan dengan sangat jelas, karena perhitungan akan dilihat dari semua sisi. Kita terlalu banyak melewati bagian-bagian yang aku anggap cukup penting. Mulai saat ini pemindahan alur cerita harus sepengetahuan aku juga.
Oke-oke…tapi bisakah kita mulai, karena aku semakin bosan, seperti aku bosan memperhatikan manusia-manusia ini.

-------

Riky terbangun dari pingsannya, ketika dirasakan seluruh badannya terasa remuk. Hal pertama yang diingatnya adalah gadis itu, dia tersentak dari tidurnya, berusah untuk bangkit ketika dirasakan nyeri yang begitu hebat menyerang dirinya. Dilihatnya, tubuh yang dipenuhi perban dan beberapa luka yang ditimbulkan olehnya. Perlahan ingatannya mulai menjadi jelas, dingatnya lorong jalan itu. Suara teriakan meminta tolong, yang kemudian disusul dengan suara-suara teriakan anak-anak muda brandalan tersebut mengeroyok dirinya. Dan yang terakhir sebelum dirinya pingsan, adalah tatapan khawatir seorang gadis manis yang memamdang dirinya dan dilihatnya para pengeroyoknya lari menjauh dari mereka sambil tertawa-tawa...

masih bersambung...

Add a Comment
How would you rate this book? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help