Global Warming
Timebomb
Bila kamu
mendengar,melihat atau merasakan gejala-gejala dibawah ini :
- Pergantian musim tak
menentu
- Hujan badai di
mana-mana
- Angin puting beliung
memporak-porandakan.
- Gelombang tinggi
menerjang.
- Banjir dan
kekeringan terjadi pada waktu yang bersamaan.
- Wabah penyakit
meningkat
- Terumbu karang
memutih
Maka kamu adalah salah
satu saksi terjadinya GLOBAL WARMING
Pemanasan bumi
sebenarnya adalah hal yang biasa. Selama lebih dari 4,65 milyar tahun, bumi
kita ini sudah berkali-kali mengalami masa penghangatan dan pendinginan.
Proses terjadinya
begini :
Seperti yang kita tahu
bumi kita ini memiliki lapisan atmosfer yang melindunginya dari dampak radiasi
sinar matahari. Setiap hari, panas matahari masuk ke bumi menembus lapisan
atmosfer berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap bumi, dan sebagian
dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang.
Nah, pada lapisan
atmosfer bumi itu terdapat selimut gas yang biasa kita sebut dengan Gas Rumah
Kaca. Gas rumah kaca ini yang berfungsi menahan panas matahari agar tidak
dilepas kembali seluruhnya ke angkasa, sehingga bisa menjaga bumi tetap hangat.
Jadi secara umum Global Warming dapat disamakan dengan proses meningkatnya suhu
rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca
diatmosfer.
Pada suhu 16-23-c,
bumi masih berada pada posisi suhu yang nyaman bagi manusia, hewan dan
tumbuhan, dan pemanasan bumi adalah hal yang baik. Yang menjadi masalah adalah
ketika terjadi peningkatan konsentrasi gas rumah kaca yang melebihi dari batas
normalnya, yang menyebabkan panas yang diserap bumi dan panas yang dihasilkan
didalam bumi tidak dapat dipantulkan ke angkasa, yang kemudian membuat suhu
udara di bumi menjadi semakin panas. Proses inilah yang menyebabkan fenomena
global warming.
Apa yang menjadi
penyebab terjadinya GLOBAL WARMING
Seperti yang kamu
ketahui, ini terjadi karena peningkatan jumlah gas rumah kaca di atmosfer.
Ternyata penyebab dari proses ini dipengaruhi banyak faktor, karbondioksida (CO2),
metana (CH4), dinitro oksida (N2O), hidrofluorokarbon (HCF), perfluorokarbon
(PFC), sampai sulfurheksafluorida (SF6). Akan tetapi dari semua zat tersebut,
yang paling banyak mempengaruhnya adalah : karbondioksida, metana dan dinitro
oksida.
Meningkatnya gas rumah
kaca ini sebagian besar akibat dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi
dan batu bara) terutama untuk menghasilkan listrik dan transportasi,
penggundulan dan pembakaran hutan serta dalam hal pertanian, karena pemakaian
pupuk kimia yang berpotensi menghasilkan gas metana yang lepas ke atmosfer
bumi.
Karbondioksida
dihasilkan karena pembakaran bahan bakar fosil :
- 36% dari industri
energi (pembangkit listrik/kilag minyak)
- 27% dari sektor
transportasi
- 21% dari sektor
industri
- 15% dari sektor
rumah tangga dan jasa
- 1% dari sektor
lainnya